PATUNG KHAS BALI KLASIK GAYA BULELENG DI SINGAPADU TENGAH

Seni ukir merupakan salah satu komoditi yang berkembang di Desa Singapadu Tengah. Sepanjang jalan utama di Desa Singapadu Tengah banyak tempat pengrajin ukiran salah satunya adalah ukiran patung. Salah satu ukiran patung yang berkembang di Desa Singapadu Tengah yaitu ukiran patung tradisi yang biasa digunakan di Pura. Beralamat di Br. Negari, Desa Singapadu Tengah Kecamatan Sukawati terdapat salah satu tempat pengrajin patung yang sudah cukup lama berdiri.

Bapak Dewa merupakan pemilik Putra Art Studio yaitu tempat kerajinan patung di Desa Singapadu Tengah ini sudah beridiri sejak tahun 2000 yang dimana sebelumnya adalah usaha milik sang ayah. Beliau meneruskan usaha sang Ayah hingga saat ini sebagai pengrajin patung tradisi. Patung-payung yang dibuat merupakan patung tradisional khas Bali klasik gaya Buleleng. Patung Gaya Buleleng ini sangat diminati oleh wisatawan Mancanegara karena memiliki ciri khas dari bentuk dan warnanya. Patung gaya Buleleng ini banyak ditemukan di museum yang berada di Belanda sehingga sangat sulit menemukan patung gaya ini di Bali bahkan di tempat asalnya yaitu Kabupaten Buleleng.

Patung tradisi ini dibuat sesuai dengan orderan dari pelanggan dan ada juga yang dibuat untuk dipajang. Pemasaran patung ini masih tergolong konvensional karena masih dari mulut ke mulut dan sedikit menggunakan bantuan FB Putra Art. kerajinan patung Tradisi gaya Buleleng di Desa Singapadu ini memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri sehingga banyak wisatawan lokal maupun mancanegara tertarik untuk membeli patung ini. Namun sayangnya, perhatian dari pihak terkait tentang keberadaan dan potensi pengrajin dari seni ukir ini masih minim. Kerajinan patung khususnya patung tradisi ini kurang mendapat perhatian dalam upaya pelestariannya karena generasi muda saat ini sangat minim yang tertarik menjadi pengrajin patung. Hal ini tentu menjadi suatu pekerjaan rumah bagi pemerintah agar suatu tradisi dan seni tidak hilang dan akhirnya punah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: