Destinasi Wisata Pura Puseh Desa Negari

      SEKITAR satu jam dari bandara Ngurah Rai, ke arah jalur desa Ubud, berdiri sebuah pura megah yang sejak lama terkenal dengan kori agungnya, yang dinamakan Pura Puseh~Desa Negari. Pura Puseh~Desa Negari terdiri atas tiga areal (Tri mandala), yakni area utama mandala atau jeroan yang merupakan area terdalam yang berfungsi sebagai tempat bersembahyang oleh warga Negari, areal Madya mandala atau jabe tengah merupakan bagian tengah pura. Di antara area utama dan madya mandala inilah terdapat bangunan Kori Agung yang merupakan bangunan tertinggi dari pura (sekitar 26 meter). Kori agung sendiri menjadi semacam pintu masuk ke jeroan pura untuk pretima-pretima pada saat dilaksanakan piodalan. Area terluar disebut nista mandala atau jaba sisi yang merupakan tempat melakukan persiapan-persiapan upacara seperti membuat sesajen. Di jabe sisi juga tersedia fasilitas-fasilitas penunjang pura, seperti area parkir, dapur, toilet, dan warung.

Pura puseh~desa Negari memiliki kedekatan historis dengan jejak panjang perjalanan Rsi Markendya. Hal ini terlihat dari adanya keterkaitan pura ini dengan pura Griya Sakti di Manuaba, Kendran, Tegalalang yang diyakini merupakan tempat untuk menghormati peran Mpu Markandya. Demikian juga, adanya peninggalan berupa benda sakral yang disebut ‘sapta patala’ yang kini terpendam di salah-satu sudut jeroan pura, menunjukkan pengaruh dari seorang tokoh yang di kalngan warga Negari dikenal sebagai ‘Ida Ratu Kaja’. Di pura puseh~desa Negari juga berlaku tradisi tidak berkenannya para pedande memimpin pemujaan, kecuali pada saat upacara yang berskala besar yaitu setiap 30 tahun sekali, karena diyakini sudah ada pemimpin upacara yang bersifat gaib.

Pura Puseh~Desa Negari dipugar dan diperluas pada tahun 1952-1954. Saat itu di tengah situasi sosial ekonomi masih dilanda krisis pasca revolusi kemerdekaan, para tetua Negari menyatukan tekad bergotong royong membangun pura Puseh~Desa di tengah segala keterbatasan biaya. Masyarakat membentuk kelompok seni arja yang menari ke berbagai pelosok Bali demi mengumpulkan upah menari. Upah tersebut dikumpulkan rupiah demi rupiah untuk membantu pembiayaan pembangunan pura.
Dari sekehe arja inilah kemudian lahir maestro seniman arja, Ni Made Ribuwati. Seorang pemeran mantri buduh yang sangat terseohor di Bali di era 80 dan 90-an.

Dalam ingatan kolektif warga Negari, terekam berbagai kisah magis terkait pembangunan pura Puseh~Desa Negari. Misalnya suasana penuh heroik yang muncul pada saat ratusan warga mengangkut batu padas berukuran besar dari Banjar Gelogor, Lodtunduh, Ubud (berjarak sekitar 3 KM utara Negari). Batu-batu raksasa tersebut diangkut melewati aliran Sungai Wos dengan diiringi tetabuhan Beleganjur. Ratusan warga bersorak-sorai membantu mengangkut batu-batu tersebut, agar bisa dipindahkan menuju pelataran pura. Berbagai ukiran patung, relief yang kini menghiasi dinding pura diukir oleh tangan-tangan terampil para pemuda banjar Negari. Kelak para pemuda tersebut tercatat sebagai maestro seniman ukir yang akhirnya menjadikan pengukir relief sebagai profesi mereka. Salah satu hasil karya mereka adalah ukiran relief di salah satu kori agung di Pura Rambut Siwi, Jembrana. Kelak puluhan putra-putra Negari mengikuti jejak para pioneer seniman ukir tersebut berprofesi sebagai seniman ukiran kayu dan batu padas.Demikian pula, keahlian menari arja kini menjelma menjadi sanggar-sanggar tari yang khusuk ngayah menari dan melatih anak-anak Negari menekuni seni tari Bali.

Jadi, di pura Puseh~Desa Negari, para pengunjung tidak hanya bisa menyaksikan bangunan pura megah dengan ornamen yang klasik, namun juga bisa menimba kekayaan mozaik sosial budaya masyarakat setempat yang telah tertenun dalam ingatan generasi demi generasi warga Negari.

Informasi : Badan Pengelola Destinasi Pura Puseh Desa Negari

CP : 0818560327(I Ketut Nurbawa)

Email : banjarnegari@gmail.com

IG : destinasi_wisata_negari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: